WELCOME!!! Testing Busi Iridium

Halo viewers,

Selamat datang di blog imasoff. Salam kenal.

Tulisan-tulisan di sini nantinya akan berisi tentang pengalaman pribadi saya, umumnya tentang mekanikal, memperbaiki peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, elektronik, membangun perlengkapan yang berguna di rumah, dan lain-lain yang hampir seluruhnya dikerjakan sendiri alias DIY (do it your self), semoga dapat berguna bagi Anda yang mampir.

So… without further ado, here we go!

Cerita pertama saya adalah tentang busi Iridium. Pasti sudah banyak yang tahu tentang komponen vital ini terutama para bikers. Motor saya sendiri sendiri belum pernah dipasangkan busi ini, maklum harganya mahal untuk parts yang relatif fast moving. Saya hanya pakai yang standar aja N** CR8E.

Singkat cerita, saat pulang kerja saya belanja oli dan busi di toko spare parts iseng-iseng tanya ke penjualnya (sambil mempersiapkan mental, karena sebelumnya sudah tahu bahwa busi tersebut berkisar diatas 100 ribuan, hehehe).

Dan ternyata…..

Ta.. daaaa….

Ternyata ada lho dan murah lagi, Cuma Rp70.000,-

Check out nih fotonya.busi iridium

Ada grafik-grafik gitu sih di belakang packing nya isinya tentang perbandingan antara busi standard, platinum, dan iridium. Tulisannya “Law : the lower starting voltage required, the easier it starts”. “Ooo… jadi busi iridium yang the best nya nih, paling gampang di starter maksudnya ‘kan?”😀

.

.

.

Saatnya bongkar-bongkarrrr…

ganti busi sendiri

itu motornya, vixion 2009 ;D

busi lama-busi baru

Yang kiri busi iridium. elektrodanya halus seperti jarum ya ;P
Perbandingan busi lama yang standar dengan yang baru.

Perbandingan antara busi lama dan busi baru. Yang lama sudah dikelilingi kerak hitam ;P

Side by side comparison: ukuran, ulir, dan panjangnya mirip. Kenapa saya bandingkan side by side? Check it back lagi foto pertama. Di sudut bawah ada  referensi untuk parts substitusi :

NG* CR7EIX atau Den** IU20

Hmmm.. sepertinya koq gak sesuai ya. Mestinya kan CR8EIX. Tapi penjualnya bilang memang itu busi untuk vixion😦

Mungkin dari Anda ada yang paham tentang ini silahkan berbagi 😉

Anyway… setelah test ride rasanya sih lumayan ok, mesin mudah di-starter (terutama saat dingin), penyakit ngempos di RPM tinggi sudah sembuh, juga gejala telat (delayed) gas saat digeber pun berkurang. Soal klaim bahwa busi ini membuat irit bensin… saya gak tahu, kan gak punya alat pengukur kuantitatifnya, hanya feeling-feeling aja. Dan setelah di-feeling-feeling :P  terasa sih memang sedikit lebih irit (tapi tidak signifikan lho, jangan lebay.. hehehe😀 )

Ok deh, sekian dulu dari saya. Menyusul selanjutnya review busi Iridium setelah beberapa bulan pemakaian.

Bagi Anda yang paham seluk beluk busi Iridium silahkan berikan masukan dan komentarnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.